Pendapatan Aplikasi Mobile di Indonesia akan Sentuh Rp 1,8 Triliun

Melonjaknya penggunaan ponsel pintar beberapa tahun terakhir membuat pendapatan dari sisi aplikasi mobile di Indonesia melonjak drastis. Untuk tahun 2016, diperkirakan pendapat total dari aplikasi mobile di Indonesia mencapai USD 142 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun (USD 1 = Rp 13.160).  Meningkat dari pendapatan tahun 2015 sebesar USD 118 juta.

Pendapatan aplikasi mobile ini berasal dari beberapa komponen, seperti iklan, aplikasi berbayar dan pembelian dalam aplikasi atau in-app purchase. Dan menurut Baidu Indonesia, komponen penyumbang terbesar berasal dari iklan mobile, alias mobile advertising.
Selama tahun 2015, pendapatan iklan mobile di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Semarang mencapai USD 15 juta, jauh lebih tinggi dibanding kontribusi pembelian aplikasi berbayar yang hanya sekitar USD 3,2 juta. “Sementara In-app purchase sekitar USD 2,9 juta,” ujar Bao Jianlei, Managing Director Baidu Indonesia, di Jakarta, Kamis (7/4/2016).
Data ini diperoleh Baidu dari kerja samanya dengan lembaga riset GfK Indonesia, dalam riset bertajuk Mobile Apps Market Study Indonesia. Riset tersebut juga menunjukkan bahwa penetrasi aplikasi mobile di kalangan pengguna ponsel pintar ternyata sangatlah tinggi, menyalip penetrasi browser.

Penetrasi aplikasi mobile dalam riset tersebut tercatat sebesar 97%, dibanding browser yang hanya 76%. Disebutkan juga rata-rata pengguna ponsel pintar tiap harinya menghabiskan waktu satu jam untuk berinteraksi dengan aplikasi mobile.

 

 

Sumber